Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 

Dandim Bojonegoro Hadiri Launching WEP Oleh Menteri Desa PDTT

 


LENSATIMUR ||      Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, turut menghadiri Launching Wisata Edukasi Pejambon (WEP) oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, di Desa Pejambon Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (25/9/2020).

Hadir pula dalam kegiatan ini Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Kapolres AKBP M. Budi Hendrawan, SIK., MH., Kajari Bojonegoro, Sutikno, SH., MH., Ketua DPRD, Imam Sholikin, Sekda Bojonegoro Dra. Nurul Azizah, MM., jajaran OPD Pemkab Bojonegoro, para Asisten, Forkopimcam Sumberejo, Kepala Desa Pejambon beserta perangkat Desa serta tamu undangan lainnya.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, menyampaikan bahwa pada tahun 2020 diwilayah Kabupaten Bojonegoro sudah tidak ada lagi desa tertinggal. Upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro yakni dengan membedah desa tertinggal dengan membangun infrastruktur.

 


Sementara untuk desa-desa yang aksesnya susah, yang sebagian merupakan wilayah Perhutani atau tamping (Kehutanan) Pemkab Bojonegoro menggandeng TNI melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Saat ini, tidak ada lagi desa tertinggal diwilayah Bojonegoro," ujarnya.

Terkait WEP, pihaknya menilai bahwa Wisata Edukasi Pejambon merupakan inovasi dan sebuah terobosan yang luar biasa. Karena, anak-anak sekarang banyak yang tidak mengerti tentang pertanian.

"Ini sesuatu yang luar biasa. Mengembangkan desa dengan wisata edukasi pertanian," tambahnya Bupati Anna Muawanah.

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro mendapatkan karunia dari Alloh SWT dengan Sumber Daya Alamnya dan menjadi salah satu prioritas untuk Pilot Project berbagai macam kegiatan dan pembangunan.

"Termasuk jugasaya menargetkan Bojonegoro ini pada tahun 2024, betul-betul menjadi Kabupaten tanpa kemiskinan dan kelaparan. Saya yakin itu, bahkan tidak sampai tahun 2024," tuturnya.

Terkait dengan WEP, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan bahwa pariwisata telah menjadi salah satu bagian dari skala prioritas pembangunan nasional 2020 dan 2021. Hal ini akan berdampak pada pariwisata tingkat desa, karena pariwisata itu merupakan model pembangunan ekonomi yang cepat dan merata.

Saat ini, kita semua menghadapi situasi yang sulit dengan adanya pandemi covid-19. Diharapkan, pada situasi ini bisa menjadi rebound, dan bangkitnya perekonomian.

"Dengan adanya pariwisata, banyak sekali jaringan-jaringan yang digerakkan dan diuntungkan. Semoga pandemi covid-19 ini lekas hilang dari Indonesia," kata Menteri. (Pendim/Red)